Curhatan Bunda

Haloo semuaa , kalian tau Bunda Lintang kan ? Iya , manager NSG Star . Di sini , Author bakalan posting isi curhatan Bunda Lintang yang sempet dia post di Twitter nya Bunda di @lintangwardani . Mau tau ? Langsung ke bawah ya :-D






  • Menjadi indie, di industri manapun, sangat lah tidak mudah. Tapi sangat menantang.







  • Disini kita ditantang untuk pintar2 memanfaatkan waktu, uang dan peluang.







  • Selama belasan tahun saya di industri, mindset yg sudah terbangun adalah segalanya harus "bayar".







  • dan ukurannya adalah komersil/tidak komersil.







  • Saya belajar banyak sekali tentang industri persinetronan dari seseorang yg sangat terkenal tapi paling jarang muncul di media.







  • Bersamanya saya memulai karir menjadi penulis FTV, salahsatunya berjudul "Kutunggu Kau Di Pasar Minggu".







  • Bersamanya juga saya memulai sinetron kontroversial pertama saya yg judulnya "Siapa Takut Jatuh Cinta".







  • Kontroversial karena dituduh nyontek Meteor Garden. *padahalemangiya







  • Sinetronnya meledak banget. Dan semua pemainnya jadi ngetop abis. Dan penulisnya di caci abissss... :p







  • But that's industri. Walaupun dicaci, yang penting rating 1. Industri komersialisme tidak butuh originalitas.







  • Dosa semua yang berada di belakang layar adalah amal bagi penikmat industri yg dianggap "pasar", yg dikalkulasikan sbg rating.







  • Sinetron terakhir saya adalah Cinta Fitri season 7 (yang tidak saya selesaikan dan dilanjutkan oleh penulis terbaik lainnya).







  • Sekarang bersama adik saya, seorang musisi jenius yang cuma butuh indomie dan laptop buat bikin single dahsyat, saya masuk ke dunia musik.







  • Ini semacam revelation buat saya, stlh bertahun2 meninggalkan jati diri saya sbg seorang seniman, jadi industrialis, & jadi seniman lagi.







  • Yang sedang kami mulai adalah sangat tidak dekat dengan komersialisasi. Yang kami lakukan adalah berusaha menjadi diri sendiri dan bangga.







  • Modal utamanya cuma cinta yg begitu besar pada musik dan kenekatan aja. Saya sama sekali nggak kenal dengan siapapun di industri musik.







  • Saya juga sama sekali nggak kenal dengan produser musik/label manapun. Saya cuma kenal Tuhan. Saya yakin Tuhan kenal dengan semua orang.







  • Saya bilang sama Tuhan, (kalo saya manggilnya Allah) Ya Allah, bantuin yaaa...







  • Ketemu lah saya sama 4 orang pemuda yang sangat berbakat tapi belum diberikan kesempatan.







  • Sungguh2 yang kami punya cuma kecintaan terhadap musik. Nggak mikir ini bakal komersil atau enggak.







  • Memang waktu pertama kali yg dibuat adalah musiknya. Bukan orang2nya. Jadi orang2nya kami pilih berdasarkan cocok atau enggak sama musiknya.







  • Jadilah NSG STAR dengan satu muka melayu, satu cina, satu item dan satu abg.







  • Lagi asik2nya latihan & berkreasi, tiba2 kami denger ada Sm*sh. Jadi penasaran banget, kayak apa ya saingan kita ini...







  • Nggak taunya Oz Radio Bandung undang kita buat tampil di Paris Van Java Bandung. Ketemu juga lah kami dengan 3in1 dan Sm*sh.







  • Itu peristiwanya terjadi di bulan Desember 2010. Wah... Close encounter selalu jadi pengalaman yang tak terlupakan.







  • Saat itu fans NSG STAR baru ratusan. Sm*sh jg. Tp setelah Sm*sh muncul di TV, fans-nya jadi menggila & melesat jauh meninggalkan NSG STAR.







  • Tahun 2010 ditutup dengan kami, nongkrong di bundaran HI, nontonin kembang api dan lagu "I heart You" berkumandang dimana2.







  • Setelah itu kami berdiskusi, memikirkan situasinya. Okey, kita nggak akan bisa "kalahin" Sm*sh. Tapi kita punya fans. Kita punya Superstar.







  • Bukannya menyerah, tapi sama seperti masa saat saya menulis "Siapa Takut Jatuh Cinta" yang begitu terkenal dan kontroversial..







  • Tidak akan ada yang bisa kalahkan kontroversi, walau sebaik apapun sebuah karya.







  • Kami tdk mau merubah musik kami. Bukannya sombong, tp saya gak percaya banget sama yg bilang kalo orang Indonesia cuma bisa dengerin ST-12.







  • Saya pernah dihubungi fans dari Buntok *barudengerjugasih, ada juga fans dari Ciamis. Mereka dengerin NSG STAR kok...







  • Jadi biarlah Sm*sh menjalani kesuksesannya, dan kami meniti jalur kami. Kami mendukung & respect terhadap Sm*sh. Mereka juga pekerja keras.







  • Dan akhirnya kami putuskan untuk menjaga baik-baik berapapun fans/Superstars yang kami miliki. Karena itu kami melakukan kontak pertama...







  • Kami bikin kuis, dan bertemulah NSG STAR dengan Ayu Sara, Rosita Won, Pradana Rizky dan Arika.







  • Sulit dipercaya, ke-4 fans ini adalah cikal bakal dari Superstar yang begitu solid dan kompak -- plus Anas Reza yg begitu jauh di Medan.







  • Saking solid dan kompak-nya, akhirnya NSG STAR muncul di Inbox. Itu semua GARA-GARA SUPERSTAR kompakan NGETWITTTT!! Superstar emang GOKILLL!







  • Saya aja berusaha datengin orang-orang supaya bisa masukin NSG STAR ke TV, nggak ada yang berhasil. Superstar yang berhasil.







  • Tuhan memang betul-betul kenal dengan semua orang. Saya cukup bilang sama Dia, minta dibantu, Dia panggil deh Superstars :p







  • Walaupun sudah muncul di TV, tapi industri masih tetap belum kenal dengan kami. Nggak papa lah, asalkan Superstar tetap ada...







  • Sekarang... Boleh yah saya mengeluh sedikit *padahaludahngeluhterusdaritadi :p







  • ... Semua orang bikin boyband. Semua Major Label bikin boyband. Ada satu label malah yang punya 5 boyband.







  • Dulu saya pikir, 7 orang aja udah maksimal. Kita bukan Korea yg industrinya sehat & saling mendukung. Indonesia itu market yg complicated.







  • Orang Indonesia kritis banget. Dikit2 bilang plagiat, tapi sangat mengagung2an kebudayaan luar.







  • Kalau nggak suka dengan sesuatu, lebih suka menghina dan menjatuhkan daripada memberi saran dan masukan.







  • Masyarakatnya dihancurkan kepercayaannya oleh pemerintahan yang korup, sampai2 mereka tidak tahu mana yang terbaik.







  • Kami mau menghentikan hal-hal negatif itu dengan mengajak Superstar berpikir positif dan lebih kreatif.







  • Tapi sekarang lihat kondisi yang ada, dimana Boyband bermunculan dimana-mana, saya jadi merasa... apa yah? Prihatin.







  • Sepertinya Industri mulai "main-main" dengan genre ini, karena dianggap mode. Itu yang memprihatinkan. NSG STAR bukan mode.







  • Kami memang muncul ketika Korean Wave berkeliaran dengan Suju, BigBang, dan lain-lain. Tapi kami TIDAK MENIRU mereka.







  • Seperti yang saya sudah twit sebelumnya, NSG STAR terdiri dari: satu cina, satu item, satu melayu dan satu ababil *kataayusara







  • Nggak ada satupun dari NSG STAR yang mukanya sama. Nggak ada satupun yang punya latar belakang sama.







  • Nggak ada satupun juga yang punya pendidikan yang sama ataupun agama yang sama (kecuali si muka melayu sama si ababil).







  • Kenapa nggak sama? Karena Tuhan tidak menciptakan manusia sama. Saya temenan soalnya sama Tuhan. Dan saya respect berat sama BELIAU.







  • "Emang kenapa kalau kita beda? Emang kenapa kalau kita tak sempurna?" Itu prinsip utamanya NSG STAR. Prinsip yang kita tularin ke Superstar.







  • Dan sekarang semua BB yang muncul rata2 punya muka sama, tinggi sama, suara sama, even jumlah yang sama juga.







  • NSG STAR mungkin nggak kedengeran di semua radio di seluruh Indonesia. Tapi download kita di 4shared adalah yang TERBESAR!







  • Ada satu fakta, suatu hari seorang teman bawa CD NSG STAR ke sebuah radio, dan orang radio itu bilang nggak suka sama Team NSG STAR.







  • Dia bilang katanya, ada team NSG STAR yang udah dateng ke dia dan menipu dia. Itu aneh banget. Karena Team NSG STAR itu nggak banyak.







  • Team NSG STAR adalah saya, @nsgmusic, @mikoharada, @megakuu, @miggiestardust, Mas Gunawan - SAJA. Tidak ada orang lain lagi.







  • Jadi siapakah yang mengaku-ngaku itu? Kenapa dia harus mengaku-ngaku? Siapa yang suruh dia mengaku-ngaku?







  • Mengerti lah saya, kalau barangkali ada yang merasa terancam dengan keberadaan NSG STAR. Tak apa lah. Sekali lagi, saya kenal Tuhan.







  • Dan nggak ada yang lebih penting buat kami kecuali Superstars. Berapapun jumlahnya, tapi NSG STAR "ada" karena Superstars.







  • Apa yang dicari mereka, para boyband baru itu? Saya nggak tahu. Yang saya tahu, tingkat kreatifitasnya mereka belum ada yang luar biasa.





  • Kalau boleh, saya mau menantang: Ayo siapapun yang berani ngadu, undang NSG STAR! Kita battle secara terbuka!







    0 komentar: